Jeroan Pratayama Blog

Mengulik dan Menilik Jeroan Pratayama Blog

Sudah lama yah sejak pertama kali saya berceloteh, dan pada celotehan kedua ini saya ingin membahas tentang teknologi yang saya terapkan di blog pratayama ini.

Soalnya bingung coy mau bahas apaan!!

Karena beberapa bulan belakangan ini aktifitas offline saya memang lagi hectic, belum lagi mengurusin web saya yang lain yang memang saya fokuskan untuk moneysite.

Kalau blog yang ini campur aduk ajalah, isinya kedepan semoga menjadi jelas. Tapi yah pastinya akan saya isi dengan hal – hal yang menarik untuk saya, dan informatif untuk dibagikan kepada anda.

Inside Pratayama Blog

Domain

Kalau domain tentunya sudah terlihat kalau namanya berasal dari nama saya. Untungnya babeh dulu cukup kreatif menyisipkan satu penggal nama yang unik dan makna yang tidak umum.

Sehingga ketika mencari domain ini pun terbilang mudah, walaupun berekstensi .com.

Kenapa saya memilih ekstensi .com?

Jelas saja karena ekstensi ini yang paling umum, most wanted, dan worldwide. Kesannya kece dan eksklusif bagi saya, hohooo….

Web Server

Untuk web server, blog ini menggunakan Nginx, walaupun sebelumnya sempat melirik open litespeed. Tapi setelah timbang menimbang, akhirnya saya memilih Nginx sebagai Web Server blog pratayama ini.

Kenapa bukan Apache?

Karena setelah jadi kutu loncat dari berbagai macam artikel, Nginx tergolong lightweight dan kencang. Selain itu, saya tertarik dengan fitur cache Nginx yang menggunakan fastCGI, jadi deh saya memilih Nginx.

So saya tak perlu lagin menggunakan berbagai macam plugin cache. Karena tujuan saya memang bikin blog pratayama bisa ngebut saat diakses.

Database Management

Untuk database blog ini saya menggunakan MariaDB. Alasannya cukup simple sih, karena saya taunya dan cuma familiar sama MySQL, jadinya saya memilih MariaDB.

Kok bukan Mysql?

Karena MariaDB gratis coy! Selain itu, MariaDB juga lebih ringan dan efisien. Kalau Database Management lain seperti PostgreSQL, SQLite, dan rekan – rekannya saya belum pernah mencoba, so butuh waktu untuk mempelajarinya.

Content Management System (CMS)

Untuk CMS tentunya teman – teman sudah bisa menebak kalau saya menggunakan WordPress.

Sebelumnya saya ingin menggunakan Django, tapi karena pertimbangan maintenance daleman blog mengingat aktifitas offline saya cukup hectic, maka saya memilih WordPress sebagai platform CMS blog ini.

Selain itu, karena memang saya belum selesai belajar django sih, jadinya takut kagak ada waktu untuk browsing dan analisis kalau misal ada masalah sama blog.

Bahasa Pemrograman Web

Karena WordPress memakai PHP, maka bahasa pemrograman yang saya pakai untuk blog pratayama ya jelas PHP, dan lebih spesifiknya saya menggunakan PHP 7.3.

Bukannya PHP lambat dan gak bagus gan?

Beberapa orang memang bilang seperti itu, dan saya juga bukan pakarnya. Dan berikut ini poin – poin saya menggunakan PHP.

  • WordPress pakai PHP, mau tak mau saya pakai PHP gan
  • PHP sejak versi 7 sudah banyak improvement yang signifikan. Dan saya menggunakan PHP 7.3 tetap terasa kencang walaupun make up blog ini agak menor.

Walaupun sudah banyak sudah membuat WordPress dalam berbagai versi bahasa pemrograman, seperti Python, JS via Node.JS, Ruby, dan lain sebagainya, tapi saya tetap memilih menggunakan yang pure dari developernya saja, Automattic.

Pratayama Blog Technology

Beberapa poin di atas sudah termasuk teknologi sih, tapi tak apalah, karena poin di atas merupakan teknologi utama yang menyokong blog ini.

Beberapa teknologi lain yang saya gunakan di blog ini bisa anda lihat pada poin – poin berikut ini.

Gambar dan Foto

Untuk menampilkan gambar, saya menggunakan webp untuk menjaga kualitas gambar maupun foto, namun tetap ringan untuk ditampilkan kepada anda.

Untuk mengatasi masalah kompatibilitas, maka saya juga menggunakan JPEG dan PNG sebagai fallback kalau saja browser yang digunakan pengunjung belum mensupport webp.

Padahal teknologi webp sudah agak lama, tapi entah kenapa masih banyak browser yang belum mengintegrasikan webp.

Webp
Format Gambar Webp

Sistem Kompresi

Saya menggunakan duet Brotli dan Gzip sebagai sistem kompresi blog pratayama. Hampir sama kasusnya dengan Webp, saat ini belum semua browser meendukung sistem kompresi Brotli.

Sehingga mau tak mau saya harus menduetkan mereka berdua demi daya pacu web yang lebih delicious.

Brotli sendiri saya bagi konfigurasinya menjadi dua bagian untuk memaksimalkan kinerja kompresi, yaitu brotli static dan brotli on the fly.

Sistem Keamanan

Sebelumnya saya menggunakan Mod Security 3 plus OWASP sebagai sistem keamanan blog pratayama. Tapi karena ketersediaan waktu yang cukup terbatas untuk memanage false alarm, makanya saya menggunakan sistem keamanan yang lain.

Sistem keamanan sekarang pakai apa gan?

Wah, kalau itu rahasia perusahaan gan. Tapi yang jelas masih linux based. Rencananya mau combining dengan plugin, but we’ll see later.

Sertifikat SSL

Supaya jalur komunikasi anda aman saat mengunjungi blog pratayama ini, maka saya menggunakan enkripsi protokol http dengan sertifikat dari Let’s Encrypt.

Kok pakai yang gratisan gan?

Karena di blog ini tidak ada jalur komunikasi transactional seperti pada toko online, sehingga sertifikat SSL gratisan dari Let’s Encrypt sudah cukup aman.

Sebelumnya saya malah mau pakai sertifikat SSL self signed, tapi karena ada yang gratis akhirnya saya menggunakan Let’s Encrypt.

Themes

Pratayama Theme di Desktop
Pratayama Theme di Desktop

Untuk themes saya menggunakan Pratayama Theme, yaitu theme WordPress hasil racikan sendiri.

Sebelumnya saya juga sudah menggunakan beberapa theme hasil oprekan maupun pure racikan pribadi. Tapi saat ini sih masih sreg sama Theme yang ini.

Entah kalau sudah bosan, baru mulai meracik theme baru lagi kalau waktu bersahabat. Tapi kalau gak sempat, ya sementara beli theme dulu.

Karena Theme gratisan tidak ada yang memenuhi hasrat dan selera sih, jadi beginilah nasib seorang perfeksionis, sadly.

Pratayama Theme Mobile
Pratayama Theme Mobile

Cache

Untuk masalah cache, saya menggunakan fastCGI untuk menangani page cache, dan Redis untuk menangani object cache.

Pakai plugin gak gan?

Kalau plugin cache saya tidak pakai, paling hanya plugin helper untuk membantu membersihkan cache biar saya tida sering bolak balik ke si hitam manis.

Penutup

Mungkin sementara itu dulu yah saya berbagi teknologi yang saya gunakan di pratayama blog ini.

Karena sementara hanya itu saja yang terpikirkan untuk di ulik. Next time kalau ada lagi akan saya tambahkan di sini. See ya Next Time!!

Attribution :

(1) Google [Public domain], via Wikimedia Commons

(2) Featured Image by ArtTower from Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *