Reinkarnasi Laptop Tua Image

Reinkarnasi Laptop Tua

Pada suatu saat laptop saya yang sudah tua mulai menunjukkan beberapa permasalahan yang cukup serius. Permasalahan memang umum terjadi di laptop yang sudah berumur.

Selama masalahnya bukan pada hardware yang harganya hampir setara dengan laptop baru, maka kita masih bisa memanfaatkan laptop tersebut sampai titik darah penghabisan.

Permasalahan Laptop

Pada tahun 2021, saya masuk ke dalam posisi dimana saya memerlukan performa lebih untuk menunjang keperluan dan gawean.

Dari hasil investigasi, lappie untuk menunjang komputasi dan multitasking yang sesuai dengan kebutuhan saya harganya sekitar 15jt - 20 jutaan.

Tapi untuk kebutuhan lain seperti rendering, laptop harga segitu spec-nya masih belum sesuai dengan yang saya tuju.

Karena saya sudah ada lappie, maka saya saat itu memilih invest di compie. Saat itu saya berpikir walau lappie sudah uzur, yang mana sudah berumur 8 tahunan, tapi saat itu si lappie masih enak dipakai untuk keperluan standar seperti mengetik, spreadsheet, membuka PDF, dan lain - lain.

Sebagai kaum bokek, maka saya memilih compie sebagai win - win solution.

Dimana ketika saya butuh performa, saya bisa pakai compie. Tapi kalau butuh mobilitas, saya sudah ada lappie.

Tidak berselang lama, si lappie mulai berperilaku aneh. Kayaknya si lappie mulai cemburu karena sudah di-duakan dengan yang yang lain. 😅

Lappie mulai sering nge-hang dan BSOD (Blue Screen of Death) mulai nongol sesekali.

Selang beberapa minggu BSOD makin sering muncul. Biasanya kalau BSOD sering muncul berarti ada hardware lappie yang mulai bermasalah.

Dari error message, indikasi kegagalan berasal dari memory.

Ketika saya coba scanning memory, memang sudah ada sektor memory yang corrupt walau masih tergolong sedikit.

Tapi seharusnya BSOD tidak muncul sesering ini. Karena BSOD pasti nongol kalau sistem berusaha mengakses sektor memory yang error.

Memory lappie saya yang sebesar 8 GB selama ini tidak masalah kalau cuma dipakai untuk office, browsing, dan buka PDF saja di Win10.

Identifikasi Masalah

Sebelumnya, saya biasa menggunakan lappie untuk membuka browser lebih dari 10 tab, ± 5 file Word, ± 3 file Excel, serta PDF dan tidak masalah.

Bahkan terkadang penggunaan melibatkan multitasking antara browser, autocad, dan excel.

Tapi kenapa saat itu untuk membuka word dan beberapa file excel saja sudah BSOD?

Saat saya cek sepertinya memang terlihat ada perubahan penggunaan memory pada aplikasi. Hal tersebut memang umum apalagi setelah update sistem, tapi kenapa sedrastis ini?

Memory laptop memang mulai error, tapi sepertinya kalau saya mengganti RAM tidak akan banyak membantu.

Karena beberapa aplikasi terlihat mulai 'rakus' memory.

Untuk memastikan dan investigasi lebih lanjut, saya perlu untuk menginstall ulang windows dan melihat apakah memang ada perubahan konsumsi memory.

Tapi karena saat itu saya sedang ada di tengah proses proyek konstruksi, jadi saya berencana untuk pending dulu sampai proyek selesai.

Namanya lagi hectic di proyek, tentunya akan ribet kalau harus backup, install ulang windows, install semua aplikasi, setting ini itu lagi, dan lain sebagainya.

Jadi solusi sementara yang saya ambil yaitu dengan meminimalisir penggunaan aplikasi.

Masalah Berlanjut

Layaknya kita sebagai manusia, kalau ada penyakit dan tidak segera ditangani maka penyakit akan menjalar kemana - mana.

Si lappie yang awalnya cuma encok, lama kelamaan menjadi stroke akut dan lumpuh!

Langkah yang saya ambil di atas ternyata salah.

Menjelang akhir proyek, si lappie ngambek dan gagal booting.

Setelah otak atik sedikit, lappie bisa booting dan saat sudah login saya lihat banyak file yang corrupt.

Ketika saya mau backup data, BSOD muncul dan masalah gagal booting muncul lagi.

Tapi kali ini si lappie benar - benar lumpuh total, dimana OS sudah rusak dan semua partisi saya lenyap tak bersisa.

Stress? Pasti sob!!!

Data lain walaupun penting okelah masih bisa ditolerir, karena saya bisa mengorek dan mengais di hardisk external, yang kemungkinan sudah saya backup.

Tapi data proyek yang sedang berjalan saya belum sempat backup!!

Mengais Puing Reruntuhan

Dengan segala sisa daya, tenaga, dan pikiran yang sudah terkuras di site konstruksi, saya mencoba untuk merecovery dan mengais file yang bisa diselamatkan dari si lappie.

Cukup melelahkan, tapi singkat cerita saya bisa merecovery kurang lebih 60% file dalam kurun waktu satu minggu.

Cukuplah untuk saya, terutama data - data utama proyek sudah bisa saya ekskavasi dari puing - puing reruntuhan.

Walaupun ada data yang corrupt secara partial, tapi masih bisa untuk di edit dan diperbaiki.

Bahkan ada beberapa data yang perlu untuk dibuat ulang, karena kerusakannya sudah cukup parah.

Investigasi Dan Solusi

Investigasi Lanjut

Karena si lappie sudah terlanjur error, maka sekalian saja saya melakukan investigasi lanjut dengan menginstall Win10.

Dari hasil pengamatan, ternyata lappie mulai ngos - ngosan setelah mendapat update terbaru dari windows.

Dan dari hasil web surfing, saya mendapat informasi kalau Win11 mau rilis dalam waktu dekat.

Pantas lah. 😂

Sehingga saat itu untuk menunjang gawean, saya menginstall ulang lagi Win10 dan mematikan sementara sistem update.

Mencari Solusi Terbaik

Menggunakan windows tanpa update terbaru tentunya aman kalau kita jarang atau bahkan tidak terhubung dengan internet. Cerita menjadi lain kalau lappie akan digunakan untuk berhubungan dengan internet.

Windows yang tidak terupdate tentunya akan sangat rentan terhadap berbagai serangan online.

Virus, malware, trojan, backdoor, keylogging, serta berbagai jenis hal lain bakalan mengantri untuk masuk ke sistem lappie kita.

Oleh karena itu kedepannya saya tentu perlu untuk mencari solusi untuk si lappie.

Untuk mengganti lappie dengan yang baru tentunya bukan menjadi opsi bagi saya dalam waktu dekat karena saya sudah terlanjur invest di compie.

Kemudian opsi untuk selalu offline tentunya juga merupakan opsi yang sulit.

Kita bisa saja untuk meningkatkan kewaspadaan secara berlipat saat online, tapi ada kalanya kita bisa missed dan tidak sengaja melakukan kesalahan yang membuat virus dan sejenisnya menggerogoti sistem di lappie.

Sehingga opsi lain yang saya pilih adalah dengan melirik rumput tetangga, yaitu mencoba untuk menggunakan linux si pinguin sebagai sistem operasi di lappie.

Wrapping Up

Permasalahan hardware di laptop tua secara umum masih bisa diselesaikan selama harga dari hardware masih wajar dan ketersediaan hardware masih ada di pasaran.

Kalau hardware sudah tidak beredar, maka laptop sudah layak untuk di museumkan.

Kalau permasalahan di software, maka masalah itu masih bisa diselesaikan.