Website Revival Image

Website Revival

Setelah berkali - kali jatuh bangun, web ini berusaha untuk bangkit dari alam kubur di awal tahun 2022 dengan kembali ke semangat awal dan dipersenjatai dengan mindset baru yang lebih dewasa, kayaknya.

Awal mula keinginan untuk menghidupkan web ini karena sulitnya mendapat informasi yang valid tentang dunia sipil yang kadang sangat berkaitan dengan pekerjaan.

Apalagi kalau sudah berkaitan dangan konsep, teori, serta keilmuan, harus lompat dari satu web ke web lainnya yang seringkali endingnya malah merujuk ke kitab suci ilmu terkait.

Capek Sob!!

The Revival

So niat awal menghidupkan web ini yaitu cuma ingin membuat web yang isinya kumpulan catatan pribadi untuk konsumsi pribadi saja.

Tapi mengingat berbagai pengalaman di dunia pekerjaan, sayang juga kalau cuma untuk konsumsi pribadi.

Terlebih di dunia konstruksi, saya sering merasa kasihan melihat engineer freshgrad atau mahasiswa magang yang dikasih ilmu sesat sama beberapa pelaku konstruksi yang sok tau.

Saya maupun rekan sejawat kadang sudah meluruskan, namun tetap saja terkadang watak merasa paling benar memang susah diubah.

Apalagi kalau ilmu terkait susah digali di internet, yang mana cuma ada di buku, jadi kita tidak tau ilmu yang diserap engineer yang bersangkutan itu ilmu sesat atau bukan.

Buku yang berkualitas, utamanya yang bersifat fundamental dan konseptual, umumnya berbahasa inggris yang mana terkadang menjadi kendala bagi beberapa engineer.

Karena itu saya ingin menghidupkan web pratayama.com ini lagi, biar banyak engineer indonesia - termasuk saya - bisa punya kualitas yang setara di dunia Internasional.

Domain Revival

Proses domain revival biasanya termasuk proses yang sulit, apalagi kalau domain sudah diambil sama orang lain.

Untungnya, nama pratayama kayaknya tidak menjual, jadi walaupun kemarin domain ini sempat mati, tidak ada orang yang tertarik mengambilnya.

Padahal sempat khawatir juga, karena domain ini sempat jadi identitas email pribadi. Jadi sayang kalau harus diubah lagi.

Content Revival

Awalnya sih web ini mau start from zero, mulai dari nol, tapi baru mau bikin satu artikel saja tidak kelar - kelar. Saya harus membuka berbagai kitab untuk dijadikan referensi, mempelajari lagi konsep yang sudah lupa, dan lain sebagainya.

Belum lagi menyusun kata yang kira - kira mudah untuk di cerna, mengetik rumus yang tidak semudah mengetik di Mathcad dan bahkan lebih ribet dari ngetik di MS Word, mencari elemen pendukung, dll.

Karena takut web kalau kosong terlalu lama nanti jadi berhantu, jadi saya merevival konten - konten yang pernah bertengger, atau yang masih menjadi draft yang terkait dengan dunia sipil sebagai pelengkap web ini.

So, konten yang sementara jadi pajangan jangan ditelan mentah - mentah yah!!

Dan proses merevival konten ternyata tidak mudah.

Saya harus obrak abrik search engine, arsip internet, dan hardisk internal maupun eksternal. Setelah itu di sortir konten mana yang masih related dan masih layak untuk dikonsumsi.

Di web ini dulu sempat bertengger dan terkontaminasi banyak sampah, karena banyak konten yang dari hasil kontribusi yang dulu tidak sempat saya filter dan sortir.

Akhir tahun 2021 merupakan proses awal dari penggalian sisa - sisa relic dan resource dari web dan hasil dari galian konten ternyata lumayan banyak, jadi awal tahun ini mulai di post perlahan sambil membuat konten baru yang berkualitas.

Kedepan tentunya konten - konten pajangan yang bertengger juga akan di recycle dan dipermak ulang kalau dirasa kurang berkualitas, supaya bisa memberikan informasi yang bermanfaat.

Tapi jalan masih panjang.

Entah apakah di sela - sela kesibukan yang mana semakin diri menua malah menjadi makin sibuk, masih sempat untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat melalui web ini.

Tapi semangat harus tetap dikobarkan.

The Engine

Bicara tentang tenaga penggerak web tentunya bakalan panjang, karena mesin penopang suatu web tidak cuma terdiri dari satu atau dua komponen saja.

Web Framework

Walaupun sudah banyak platform web & blog builder yang beredar, mulai dari yang gratisan sampai yang berbayar, tapi ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan engine suatu website.

Dari beberapa yang pernah saya coba, Wordpress self-hosted awalnya menjadi kandidat utama sebagai Content Management System (CMS) web ini.

Tapi karena saya juga sedang belajar python, jadinya iseng ngelirik web framework yang pakai bahasa pemrograman python, dan Django-lah yang akhirnya saya pilih.

Walau banyak informasi yang bilang Python lebih lambat dibandingkan PHP, tapi karena lagi belajar kenapa tidak sekalian aja nyemplung. Kalo tenggelam, biar tenggelam dah!!

Untungnya web bisa jadi, walau sempat berdarah - darah waktu mengaplikasikannya. Dan satu kata lagi, Django ternyata asik sob!!

Web Server

Kalau pakai VPS, dari dulu saya selalu pakai nGinx dibanding Apache. Bukan karena Apache jelek, tapi entah kenapa saya lebih sreg dan connect saja kalau memakai nGinx.

Kecuali kalau kantong lagi cekak dan memaksa pindah ke shared host yang murah nan meriah, baru saya berhubungan lagi sama Apache.

Other

Masih banyak komponen lain seperti Server Host, Operating System, Database, Compression, dan lain sebagainya.

Belum lagi kalau berurusan sama optimasi, yang saat ini saya rasa speed web ini masih oke walau berisi coding yang masih berantakan.

Wrapping Up

Setelah kebanyakan minum kopi di akhir tahun 2021, akhirnya web ini bisa nampang di dunia virtual di awal tahun 2022.

Kalau anda membaca secara runut, saya mengucapkan terima kasih karena sudah bersedia mendengarkan cerita saya.

Semoga cerita ini bisa sedikit menghibur di kala santai, dan saya sangat bersyukur jika cerita ini bisa menggelitik inspirasi dan ide anda,